EKG Abnormal Memprediksi Kematian Akibat Covid-19
Tinggalkan pesan
EKG abnormal memprediksi kematian akibat Covid-19

EKG abnormal memprediksi kematian akibat Covid-19
Sebuah tim ilmuwan di NYU Langone Medical Center telah menemukan bahwa keparahan klinis pasien rawat inap dengan virus corona 2019 dapat diprediksi dengan menganalisis peningkatan troponin dan elektrokardiogram (EKG) abnormal. Studi saat ini tersedia di server pracetak medRxiv*.
COVID-19 telah menjadi salah satu epidemi paling mematikan dalam sejarah modern. Sejak kemunculannya pada akhir Desember 2019, sindrom pernapasan akut coronavirus 2 yang sangat menular (SARS-CoV-2), agen penyebab patogen dari virus corona baru, telah menginfeksi lebih dari 55,5 juta orang dan menyebabkan lebih dari 1,33 juta kematian. Meskipun sebagian besar pasien-19 COVID tetap asimtomatik atau bergejala ringan, orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (hipertensi, gangguan kardiorespirasi, diabetes, dan penyakit ginjal) sangat rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2.
Di antara berbagai komplikasi terkait virus corona baru, sekitar 25 persen pasien mengalami kelainan jantung. Komplikasi ini sangat terkait dengan peningkatan kematian yang signifikan. Pada sebagian besar pasien rawat inap dengan COVID-19, peningkatan kadar troponin merupakan penentu utama kelainan kardiovaskular. Pasien dengan COVID-19 dapat mengalami cedera kardiovaskular karena sejumlah faktor, seperti peningkatan kadar mediator proinflamasi, kerusakan mikrovaskular yang dimediasi oleh koagulasi/trombus, penurunan kadar oksigen darah, dan peningkatan kebutuhan metabolik yang disebabkan oleh penyakit atau masuknya virus langsung ke dalam kardiomiosit. Evaluasi sistematis hasil elektrokardiogram (EKG) mungkin merupakan pendekatan yang efektif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang komplikasi jantung pada pasien.
Mengingat nilai prognostik yang baik dan ketersediaan EKG yang mudah, para ilmuwan penelitian berusaha memahami apakah hasil yang disajikan pada EKG pada pasien dengan COVID-19 yang dikelompokkan berdasarkan kadar troponin dapat memprediksi status kardiovaskular dan prognosis pada pasien rawat inap dengan lebih baik.

